Home » » Bulukumba Menangis, Puluhan Rumah Porak-Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

Bulukumba Menangis, Puluhan Rumah Porak-Poranda Diterjang Angin Puting Beliung

MACCANEWS -- Bencana angin puting beliung, Kamis (6/10/2016) sekitar pukul 19.55 wita malam kemarin, menerjang beberapa titik dibelahan timur Bulukumba, diantaranya lingkungan Banyoro dan Bonto Banna Kelurahan Tanuntung Kecamatan Herlang dilaporkan 75 buah rumah porak poranda, 15 rumah diantaranya rusak parah.

Kemudian di dusun Matoanging desa Batang Kecamatan Bontotiro, dilaporkan 19 buah rumah warga juga porak-poranda akibat diterjang puting beliung. Bersamaan pula listrik padam, karena dikhawatirkan terjadi arus pendek.

Wakil bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto yang dihubungi Jumat (7/10/2016) menyatakan, begitu dia menerima laporan soal musibah puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Bulukumba, malam itu juga dia memerintahkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama jajarannya termasuk tim Tagana, segera ke lokasi kejadian.

"Beberapa menit setelah kejadian tim BPBD dan Tagana tiba di lokasi kejadian dan untuk sementara data yang masuk sebanyak 75 buah rumah di lingkungan Banyoro, sekitar 500 meter dari lokasi P2WKSS. 15 rumah diantaranya masuk kategori parah. Demikian pula di desa Batang Kecamatan Bontotiro, juga dilaporkan 19 rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung," kata Tomy via ponselnya sambil menambahkan, dia akan langsung ke lokasi kejadian.

Untuk langkah awal kata Wakil bupati, Pemkab Bulukumba meminta kepada BPBD untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan bantuang kepada korban, sambil menunggu apakah bencana ini masuk kategori tanggap darurat.

"Untuk sementara, tim melakukan evakuasi, membantu korbang mengamankan harta bendanya, agar tidak kena hujan, karrna curah hujan masih cukup tinggi" ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala BPBD A. Akrim Amir menjelaskan, pihaknya belum menentukan apakah musibah puting beliung ini masuk kategori tanggap darurat atau tidak, karena hingga Jumat pagi, anggotanya masih berada di lokasi kejadian.

"Kami belum bisa menghitung jumlah kerugian materil akibat kejadian ini, dan hingga Jumat tadi, belum ada laporan korban jiwa," jelas Akrim.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Sosial HA. Rahman bahwa kurang lebih 30 menit setelah kejadian, tim Tagana dipimpin Dg Parallu tiba di lokasi. "Jadi untuk langkah awal tim tagana mendirikan tenda di sekitar lokasi kejadian, bekerja sama dengan tim BPBD, sekaligus membawa bantuan berupa mie instan," jelas Rahman. (Aso/Jn)