Home » » KSP Berkat Ekspansi Hingga ke Manado

KSP Berkat Ekspansi Hingga ke Manado

MACCANEWS -- Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Berkat yang berkantor pusat di Kabupaten Bulukumba, terus melakukan pengembangan dengan membuka kantor cabang di seluruh daratan Sulawesi dan rencananya sebelum akhir tahun ini, KSP Berkat akan membuka kantor cabang di kota Manado Sulawesi Utara.

Ketua KSP Berkat Ir. H. Andi Mskkasau, MM, Selasa (8/11/2016) menjelaskan, sesuai program tahun 2016 ini, KSP Berkat yang dipimpinnya akan membuka tiga kantor cabang yang baru.

"Alhamdulillah pada Juni tahun ini, kami sudah membuka kantor cabang di Pasangkayu Propinsi Sulbar dan Kantor Cabang Palu Sulawesi Tengah, dan Insya Allah kalau tidak ada aral melintang akhir Nopember tahun ini, kami buka kantor cabang di Manado, dan kantornya berlantai tiga terletak di kompleks Perkantoran Bank di jalan Dr.Sutomo Manado," jelas Andi Makkasau yang akrab disapa Karaeng Lompo.

Jadi sambung Andi Makkasau, kantor KSP Berkat Cabang Manado ini, merupakan kantor cabang ke 75, setelah kantor cabang Palu ke 74 dan Cabang Pasangkayu ke 73.

"Insya Allah kami akan ekspansi hingga seluruh daratan pulau Sulawesi renncana selanjutnya kami akan buka kantor cabang ke 77 di Sultra dan yang ke 76 nanti kami tentukan," jelasnya.

Hingga saat ini berapa jumlah asset, omzet dan anggota KSP Berkat,? Menurut Andi Makkasau yang juga ketua Koni Bulukumba, baik jumlah asset, omzet maupun anggota terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2014 jumlah  asset sebesar Rp. 239.425.009.835.- jumlah Omzet sebesar Rp.245.150.688.450 dan jumlah anggota sebanyak 24.810 orang tersebar di seluruh kantor cabang dan cabang pembantu.

Kemudian tahun 2015 jumlah Asset Rp. 271.577.416.917.- jumlah Omzet Rp. 288.521.725.614. dan jumlah anggota sebanyak 26.024 orang. Sedangkan untuk tahun 2016 per bulan September lalu, jumlah Asset baru mencapai Rp.309.827.053.441, Omzet baru mencapai Rp.261.696.229.021 dan jumlah anggota sebanyak 27.426 orang.

"Pencapaian Asset, Omzet dan anggota, masih bertambah karena data yang ada saat ini masih bulan September, artinya data bulan Oktober, Nopember dan Desember belum masuk," kunci Andi Makkasau. (Aso/Jn)