Home » » Menguji Resistensi Keutuhan Bangsa

Menguji Resistensi Keutuhan Bangsa


Melihat situasi kebangsaan terkini secara nasional maupun regional Indonesia mengalami ancaman di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Situasi hari ini mengindikasikan perpecahan kebangsaan diakibatkan oleh oknum-oknum tertentu yang coba menyusup dan memanfaatkan momentum dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Cahaya Purnama atau Ahok dengan melakukan propaganda dan agitasi secara meluas dengan menggunakan isu SARA

Kelompok yang dimaksud adalah kelompok-kelompok yang sejak lama Ingin Mengganti dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia : dari Demokrasi Pancasila menjadi sistem Khilafah Islamiyah.

Di era globalisasi dan di era digital seperti saat ini memanfaatkan media massa, media sosial/media online dan memasifkan pemberitaan adalah cara yang paling ampuh dalam melakukan hegemoni dan provokasi untuk masuk kedalam setiap pemikiran manusia Indonesia

Tidak terkecuali bagi masyarakat Sulawesi Selatan khususnya masyarakat Kota Makassar yang sebagian besar terhubung pada jaringan Internet, melakukan komunikasi dan mengakses informasi secara online

dengan mudah dapat terprovokasi dan diarahkan persepsinya

Tanpa adanya penyaringan dan analisis terhadap informasi yang diterima maka kita akan tergiring terombang-ambing tak tentu arah.

kita harus ketahui bersama pada dasarnya ada Agenda Besar dibalik tuduhan mengenai dugaan penistaan Agama yang dilakukan Ahok serta isu SARA yang dibesar-besarkan dan menjadi Viral yang sangat luas di media sosial

Sehingga memberikan kesan, menimbulkan kecemasan, yang sepertinya memperhadap-hadapkan Islam dan Non-Islam. Menurut kami bukan tidak mungkin Isu SARA yang memanas ini akan menimbulkan Konflik Horizontal sosial kemasyarakatan dan terjadinya perpecahan/disintegrasi kebangsaan

oleh sebab itu kami dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Makassar menghimbau dan mengajak kepada seluruh Rakyat Indonesia, Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Kota Makassar agar :

tetap Menjaga Kebhinekaan dan Mengedepankan Toleransi dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara. Jangan Mudah Terprovokasi dan Tetap jaga Persatuan dan Kesatuan

PANCASILA dan UUD 1945 sebagai Ideologi dan Konstitusi  dasar Negara Indonesia adalah Konsensus Nasional yang Bersifat Final.

Mari Memahami, menanamkan dan Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila, Gotong Royong dan mengedepankan Toleransi di dalam kehidupan keseharian kita.

Bentuk Negara Kita Satu: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semboyan Kita Hanya Satu : BHINEKA TUNGGAL IKA. (Aam)