Home » » Capaian 24 Program Kerja DIA di Atas 50%

Capaian 24 Program Kerja DIA di Atas 50%


MACCANEWS--Pencapaian program kerja Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto bersama wakilnya, Syamsu Rizal (DIA) sudah di atas 50%. Dari 24 program 8 Jalan MasaDPan DIA, sejauh ini rata rata sudah berjalan bahkan sudah ada yang mencapai persentase 100%.
Diantaranya, program menuju Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1 triliun sudah melebih target pencapaian. Kata Danny sapaan akrab wali kota, sudah mencapai Rp1,3 triliun. "Alhamdulilah PAD sudah terpenuhi dua kali tambah baik, dari Rp600 miliar menjadi Rp1,3 triliun, sudah dua kali lipat,"akunya.

Disamping itu, program pelayanan kesehatan darurat gratis ke rumah selama 24 jam, diakuinya sudah mencapai 100% melalui layanan home care dengan kesiapan kendaraan operasional Dottorotta. Program lainnya, seperti membentuk badan pengendalian pembangunan kota sudah berjalan maksimal dari peran Komisi Pengendalian Percepatan Program Strategis (KP3S). "Layanan kesehatan kita sudah mengcover 100%, bukan lagi dua kali lipat, jauh dari itu,"ujar Danny.

Sementara, Makassar menuju bebas pengangguran, sedikitnya 6.554 masyarakat pengangguran telah dipekerjakan. Termasuk program sampah kita DIA tukar beras (bank sampah) bagian dari upaya penyerapan tenaga kerja. "Itu halnya nyata, lorong-lorong kita sudah 65% jadi lorong garden dengan 1.000 unit lampu singara lorongta,"kata pemimpin berlatar belakang konsultan tata ruang ini.

Program lainnya yang saat ini tengah berjalan yakni pemberian insentif progresif semua aparat RT/RW Rp1 juta per bulan. Progresnya tengah berjalan hingga periode triwulan ke dua kerja kerja pemerintahan tahun 2016 ini.

Diikuti dengan pengelolaan anggaran Rp2 miliar oleh seluruh wilayah kecamatan termasuk kelurahan yang juga bagian dari pemberian honor RT/RW. Atasi macet capaiannya baru berkisar 20%, banjir 40% oleh pemanfaatan satgas drainase. Persoalan persampahan sudah dibehani termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tamangapa Antang menuju TPA bintang lima.

Sementara problem perkotaan lainnya saat ini tengah berjalan begitupun dengan program fasilitas pelayanan publik terpusat terpadu di kecamatan, pembayaran pajak retribusi tahunan dan bebas bayar internet di ruang publik Kota "Makassar Cyber City".

"Bangun sistem transportasi publik kelas dunia kita sudah akan luncurkan pete pete smart (lengkap dengan haltenya yang juga sama sama punya fasilitas pendingin ruangan AC). Lengkapi infrastruktur kota berkelas dunia, hidup hijau dengan kebun kota, bangun taman tematik sementara dalam konsep desain PKL center dan pusat kuliner di Jalan Nusantara, Insya Allah akan kita realisasikan semua secara bertahap,"tutur Danny.

Meski demikian, dia mengakui, untuk merealisasikan program secara keseluruhan masih banyak tantangan yang harus dilaluinya bersama wakilnya beserta seluruh SKPD yang dianggap paling mendasar untuk kepentingan membangun kota dan karakter masyarakat. Sehingga, menuju tiga tahun perjalanan kepemimpinan DIA seluruh kepala SKPD diharap bekerja lebih cepat, siap, komunikatif dan terintegrasi.

"Saya tidak akan menunggu yang tidak siap. Banyak sekali tantangan, akselerasi SKPD masih banyak kekurangan, bagaimana sistem kita sempurnakan, bagaimana quick respon kita sempurnakan, persoalan sampah juga begitu banyak masalah, kesadaran masyarakat, kecepatan dalam menangani, integrasi perintah bagaimana, ini bagian dari penyempurnaan tahun ketiga ke depan,"tuturnya.

Danny menambahkan, progres itulah yang menjadi salah satu tema MC Expo 2016 (kegiatan 2 tahun kepemimpinan DIA, Mei) seiring dengan semangat seluruh warga kota yang tidak pernah surut untuk menjadikan Makassar menjadi dua kali tambah baik. Sekadar diketahui, pelaksanaan MC Expo merupakan bentuk transparansi yang mendorong seluruh SKPD memberikan pertanggungjawaban langsung kepada masyarakat terhadap penggunaan anggaran yang dikelola setiap tahunnya.

"Kita ini bekerja menggunakan uang rakyat dan itu wajib dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada publik sebagai pemilik kota ini. Inilah model transparansi penggunaan anggaran terhadap program yang dikerjakan setiap SKPD selama satu tahun terakhir ini,"pungkasnya. (om)