Home » » KH. Abdul Rasyid : Ramadan Adalah Bulan Terbakarnya Dosa

KH. Abdul Rasyid : Ramadan Adalah Bulan Terbakarnya Dosa


MACCANEWS--Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Baubau telah menyelenggarakan buka puasa bersama di Masjid La Ode Manarfa Kampus Palagimata UNIDAYAN, dirangkaikan dengan ceramah islamiyah yang dibawakan KH. Abdul Rasyid Sabirin, Selasa (6/6). Rektor UNIDAYAN, Sjamsul Qamar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan peserta kegiatan. Sjamsul Qamar juga mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini sudah menjadi kegiatan rutin UNIDAYAN tiap tahunnya.
"Buka puasa ini merupakan moment untuk saling bersilaturrahmi antara civitas akademik dan sudah menjadi kegiatan rutin di kampus kita," ungkap Sjamsul.

KH. Abdul Rasyid Sabirin yang sekaligus sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al - Syaikh Abdul Wahid Kota Baubau, dalam tausiyahnya menjelaskan kepada jamaah tentang pentingnya memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang tempatnya membakar dosa atau kesalahan manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja dan yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

"Manusia tempatnya salah dan alpa, bulan suci Ramadhan ini merupakan bulan yang tempatnya membakar dosa atau kesalahan, baik sengaja maupun tidak sengaja dan yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan" ungkapnya.

Ia juga menyebutkan beberapa jenis penyakit hati diantaranya, iri, dengki, hasad dan lain-lain. Namun beliau menjelaskan bahwa penyakit yang sulit dihindari oleh sebagian dari kita adalah SMS.

Apa itu SMS? Senang Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Senang. Sebagai contohnya, ada tetangga yang mampu beli mobil baru, tetangga sebelah yang repot berpikir, bagaimana mungkin? kenapa bisa? Terus mecari-cari dari mana sumber uangnya dan lain-lain. Sebaliknya jika ada orang yang tertimpa masalah malah senang.

Kyai Rasyid melanjutkan kenapa di bulan Ramadhan dosa terbakar? Karena bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan dan pahala ibadah dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat jika dibandingkan pahala ibadah yang dilaksanakan di bulan-bulan lainnya di luar bulan suci Ramadhan. Banyak amalan yang bisa dilakukan, misalnya membaca kitab suci Al-Qur'an yang satu hurufnya diganjar dengan 10 pahala. Beliau mencontohkan membaca saja basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم) terdapat 190 pahala kita raih karena dalam basmalah terdapat 19 huruf yang dikalikan dengan 10. Apalagi jika dalam bulan suci Ramadhan kita sanggup mengkhatamkan Al-Qur'an.

Acara ini dikemas dengan penuh suasana kekeluargaan sehingga para hadirin antara satu dengan yang lainnya begitu menikmati aura kebersamaan dan persaudaraan. (*)