Home » » Hindari Politik Transaksional, Danny Kagumi Citra PDIP

Hindari Politik Transaksional, Danny Kagumi Citra PDIP



MACCANEWS - Jelang Pilwali Makassar 2018, Calon petahana Mohammad Rhamndan "Danny" Pomanto, kembali mengikuti sesi wawancara di kantor DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Makassar, Jalan Bawakaraeng, Sabtu, (8/7/2017) sore.

Acara yang dihadiri sejumlah pengurus DPC dan DPD PDIP tersebut,  Danny Pomanto (DP) mengemukakan, kedekatan kemitraan dengan PDIP sebagai partai pemerintah sudah terbangun dan dirasakan selama ini. DP menegaskan akan konsisten menjaga kebersamaan dan hubungan baik untuk berdedikasi membangun bangsa dan Kota Makassar khususnya.

DP juga mengakui citra positif PDIP yang jauh dari isu politik transaksional dimana ujung-ujungnya menyisakan beban politik dan merugikan rakyat. Menurut DP, metode partai PDI-P dalam penjaringan wali kota memang berbeda.

Dari seluruh tahapan yang dilalui, PDI-P kata dia konsisten, tegas dan kritis memperlihatkan keberpihakan, mendukung pemimpin yang mengedepankan program pro rakyat.

"Saya kira terbukti PDI Perjuangan adalah partai besar, partai yang selalu mengaktualisasikan diri untuk berjuang bersama rakyat kecil, wong cilik. Itulah hari ini yang kita bahas, bagaimana menyatukan pandangan untuk Makassar dua kali tambah baik," tegasnya.

Sementara, Sektretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudi Pieter Goni, mengemukakan, PDIP dalam sejumlah hajatan Pilkada di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia memang tak mengenal adanya mahar politik yang sifatnya transaksional itu.

"Kita tak pungkiri cost politik adalah sebuah kebutuhan yang diperlukan dalam setiap gelaran pilkada, tapi yang menyangkut dengan mahar dan lain sebagainya, kita di PDIP tak pernah memberlakukan hal tersebut," terang Rudi.

Rudi menambahkan, isu tak sedap yang dialamatkan pada PDIP usai Pilkada Jakarta pun tidak mempengaruhi popularitas dan elektabilitas PDIP yang merupakan partai yang solid.

"Kita masih tertinggi surveynya secara nasional. Orang saja yang menilai PDIP tak solid, hanya memang di Pilkada Jakarta lalu kita banyak terima manuver negatif, tapi itu ngga ngaruh kok, PDIP masih dipercayai rakyat," kuncinya. (omr)