Home » » Industri Dirgantara Habibie Bidik Pergudangan Pesawat di Makassar

Industri Dirgantara Habibie Bidik Pergudangan Pesawat di Makassar

MACCANEWS - PT Regio Aviasi Industri (RAI), yang notabene merupakan perusahaan rancang bangun dan subkontraktor pesawat terbang milik BJ Habibie menyasar Kota Makassar sebagai tempat strategis penyimpanan dan layanan logistik pesawat.

"Jumlah keseluruhan pesawat kami sebanyak 1.000 unit. 700 kita simpan di luar negeri termasuk di Singapura, sisanya berada di Indonesia. Makanya Makassar kita anggap sangat representatif mewakili wilayah timur untuk Layanan logistik dan distribusi," kata Desra Firza Ghazfan, Chief Investment Officer RAI Indonesia, saat audience di kediaman Wali Kota Makassar, tadi malam.

Menurut Desra dalam penjajakan kerja sama dengan Pemkot tersebut, dukungan infrastruktur yang memadai ditambah dengan wilayah Makassar yang strategis menjadi pilihan utama Makassar bakal menjadi pusat layanan logistik dan pergudangan pesawat di wilayah timur Indonesia ke depan.
"Kita serius, sebab kalau di Makassar ekspansi internasional pun sangat berpeluang, kita bisa akses Papua Nugini, Timor Leste dan negara lainnya di kawasan timur, " terang Desra yang menjadi kordinator kunjungan delegasi RAI ke Makassar.

Selain membidik gudang pesawat, anak buah BJ Habibi tersebut juga mempresentasikan produk pesawat terbang terbaru yang bernama R-80. Diketahui, pesawat tersebut siap mengudara pada 2018 mendatang.

Bahkan, sudah beberapa negara yang berminat menjadikan R-80 sebagai pilihan moda transportasi udara. "Dan di momentum harteknas besok (hari ini) kita akan presentasikan kembali bagaimana keunggulan dari pesawat ini," urainya.
Sementara, Wali Kota Danny mengapresiasi presentasi yang disampaikan oleh PT RAI. Menurutnya, suatu kehormatan bagi Pemkot Makassar diajak bekerja sama dalam industri kedirgantaraan nasional tersebut.

"Harapan kita semoga bisa membantu program ini demi peningkatan konektivitas transportasi," kata wali kota berlatar belakang arsitek ini sembari mengimbau masyarakat dan pengusaha untuk ikut bergabung memiliki saham pada pembuatan pesawat ciptaan anak bangsa tersebut. (mar)